Salah Memilih Idola, Fatal Selamanya

Pernah denger atau baca pernyataan ini?

"Pada hari kiamat kelak, kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai atau kita idolakan."

Pernyataan tersebut terinspirasi dari hadist riwayat Bukhori no. 6170 dan Muslim no. 2640.

Kita semua setuju ya, kalo kita semua bakalan mati? Buktinya udah banyak, saya rasa gak perlu saya jelasin lagi. Gak ada manusia yang bisa ngindarin mati. 

Hanya saja ada orang yang percaya akan ada kehidupan setelah kematian dan ada yang tidak. 

Saya termasuk yang percaya. Bahkan nanti setelah kita mati, saya percaya akan ada kehidupan selanjutnya sebagai balasan atas kehidupan kita sebelumnya di dunia ini.

Balik lagi ke pernyataan di atas. Kok jadi ngeri ya kalo nanti di hari kiamat kita dibangkitkan bersama orang-orang yang kita idolakan, tapi ternyata orang yang kita idolakan itu bukanlah orang yang bisa memberi syafaat (baca:manfaat) kepada kita untuk menuju syurganya Allah.

Saat ini kita kebanyakan mengidolakan seseorang yang hebat secara duniawi. Mengidolakan pembisnis hebat, mengidolakan pendiri startup hebat, mengidolakan konglomerat-konglomerat kaya raya, mengidolakan penyanyi hebat, mengidolakan artis-artis hebat, dll.

Pernyataan ini bukan untuk menyinggung perasaan anda, tapi untuk instropeksi bagi saya pribadi yang kadang juga masih melakukannya. Karna kerisauan hati saya akan hal itulah, saya menulis coretan ini.

Padahal dunia islam sudah memberikan sosok-sosok yang luar biasa yang bisa kita idolakan. Mulai dari Muhammad Rasulullah SAW, manusia yang memiliki ahlak paling mulia. Juga sahabat-sahabatnya dan figure islam lainnya.

Rasulullah SAW malah memaafkan dan mendoakan orang-orang yang menyakitinya. Betapa mulianya ahlak beliau.

Abu Bakar Asshidiq RA, sahabat yang ahli ibadah dan zuhud terhadap dunia (baca:cinta akhirat). Luar biasa bukan?

Ustman bin Affan RA, sahabat dan juga pembisnis sukses. Beliau sangat kaya raya, namun begitu dermawan. Bahkan sampe saat ini rekeningnya masih aktif di saudi arabia dan memberikan pemasukan rutin 150 milyar pertahun dari amal jariyah yang beliau lakukan 1400 tahun yang lalu.

Umar bin Khattab RA, sahabat yang paling jagoan. Singa padang pasir, gak ada takut-takutnya terhadap musuh-musuh islam, sosok yang sangat tegas tapi juga sangat lembut terhadap istrinya.

Sebenarnya masih banyak lagi figure-figure islam yang bisa kita contoh dan kita idolakan. Mereka tidak hanya baik untuk menjadi teladan hidup kita di dunia, tapi juga dapat memberikan syafaat bagi kita di akhirat kelak. 

Jadi siapa yang akan kamu pilih jadi idolamu sekarang? 
Sekedar idola di dunia atau idola di dunia tapi juga memberikan syafaat di akhirat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar