Foto Dalam Dompetku

Siang itu aku begitu haus, akhirnya aku putuskan untuk minum es kelapa di kios kecil. Sambil minum, aku sedikit berbincang dengan penjualnya.


Niatnya sih aku mau tanya-tanya soal bisnisnya bapak ini. Sewa kios berapa, apakah hasil penjualan perbulannya nutup untuk modal sekaligus dapat untungnya berapa persen dan lain-lain.

Tapi tak kusangka bapaknya malah nanya, "Mas udah nikah?" Aku jawab "belum Pak.", Bapaknya lalu bertanya lagi, "tapi calon sudah ada?", Aku jawab lagi "belum ada Pak."

Sontak bapaknya malah ketawa, beliau bilang "masak anak zaman sekarang gak punya pacar?" Beliau gak percaya.

Lalu datanglah dua orang pembeli, salah satunya memanggilku, "Mas, mau dong es kelapanya!".

Spontan aku menunjuk ke arah bapaknya. Bapaknya langsung berdiri dan bilang "masak ganteng begini dibilang tukang es kelapa?" Sambil tertawa dan menepuk pundakku.

Aku langsung mengeluarkan dompet untuk segera membayar es kelapa yang kuminum. Spontan bapaknya melihat foto dalam dompetku. Foto sosok wanita cantik yang luar biasa.

Bapaknya langsung bilang, "ini pasti pacarnya Mas?". Aku tertawa dan menjawab, "ini foto ibuku Pak". Bapaknya lalu tertawa dan bilang, "oh foto ibunya Mas".

Kemudian aku memberikan selembar uang sepuluh ribuan dan bapaknya memberi kembalian lima ribuan. Setelah itu aku pamit untuk segera pulang.

Entah udah berapa banyak orang salah sangka saat melihat foto dalam dompetku. Mereka pikir itu pacarku atau istriku, padahal itu foto almarhumah ibuku.

Untuk alasan mengapa aku menyimpan foto almarhumah ibuku di dompet, aku juga tidak tau mengapa. Tapi yang aku tau, aku tidak mau memindahkan foto itu keluar dari dompetku.

Bagiku, foto itu sudah sama berharganya bahkan lebih berharga dari uang yang ada di dompet itu.
Di balik foto itu ada tulisan tanggal lahir ibuku dan juga tanggal wafatnya. Lengkap dengan jam dan tempat di mana beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Yah... Jangankan isteri. Entah sudah berapa lama aku gak pernah memiliki hubungan lebih dengan seorang wanita. Bukan karna aku terlalu buruk, tapi karna aku tak begitu ingin merasakannya.

Apa lagi untuk saat ini. Semakin dewasa, aku sudah tidak mau lagi main-main. Apa lagi main-main dengan perasaan.

Kalo memang ada wanita yang mau denganku dan aku rasa dia cukup shalehah, memenuhi sedikit kriteria non syar'i yang aku cari, serta mau sama-sama belajar memperbaiki diri dan mengabdi di jalan Allah, maka aku akan segera melamarnya dan memintanya secara langsung kepada kedua orang tuanya.

Mengapa aku buat sesimple itu? Kata orang cara terbaik untuk mengobati patah hati ya jatuh cinta lagi. Jadi aku tidak mau berfokus kepada wanita-wanita yang belum mau menerimaku. Lebih baik aku berfokus kepada wanita yang mau menerimaku dan menjadikan dia wanita yang paling beruntung di dunia ini karna telah memilihku untuk menjadi teman seperjalanan dalam hidupnya.

Jadi, foto siapa yang nanti akan menemani foto ibuku di dalam dompetku? Aku hanya berdoa, siapa pun itu, aku harap dia bisa selalu mengingatkanku untuk mengingat Allah. Aamiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar